Minggu, 13 November 2016

MY STORY BEGIN


            Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk banyak belajar menimba ilmu di matrikulasi IIP batch 2 hingga sampailah pada penugasan Nice Homework 4. Sebelum memulai menuliskan milestone yang akan jadi planning saya ke depan (insyaAllah), di awali dengan merenungi kembali NHW 1 berkenaan tentang jurusan ilmu yang ingin dikuasai di Universitas Kehidupan ini.

          Jurusan ilmu yang sebelumnya saya tuliskan di NHW 1 adalah ingin menekuni bidang Psikologi Perkembangan dalam Perspektif Islam sembari saya mendalami ilmu syariah dengan benar. Sejujurnya saya belum terlalu percaya diri untuk menekuni bidang ilmu yang kedua karena belakangan ini saya tertarik dengan suatu bidang ilmu terkait peran ibu dan pendidikan anak. Namun, saya coba menuliskan milestone yang sudah saya tuliskan sejak pertama kali mengikuti matrikulasi terlebih dahulu sembari menjalani, merenungi, observasi, aktivitas yang selama ini saya minati dan merasa bakat saya ada di bidang ilmu tersebut. Terlepas dari itu semua saya harus terus menguatkan doa dan ikhtiar pada Allah swt agar dimampukan segera menemukan  apa yang ingin saya tekuni di Universitas Kehidupan ini supaya kelak hidup saya lebih terarah, mengarahkan keluarga, dan semakin cepat bermanfaat untuk masyarakat.

            Alasan utama mengapa saya ingin menekuni Psikologi Perkembangan di antaranya sejak mulai kuliah tingkat pertama saya beberapa kali diajak untuk mengajar al-quran anak-anak TK dan SD. Di saat itulah saya merasa sangat bahagia mengerjakan aktivitas tersebut terlepas dari jiwa bebas anak-anak yang menuntut saya sebagai guru mereka untuk lebih sabar memahami kondisi belajar tiap anak. Rela menembus terik matahari, hujan, badai, lepas kuliah sore mengendarai motor membayangkan segera bertemu anak-anak ini. Tapi pengalaman mengajar yang sangat pendek sangat belum meyakinkan saya bahwa inilah jalan hidup saya. Walau para kerabat terdekat, setiap ditanya mengenai minat bakat saya, mengatakan bahwa saya menyukai anak-anak dan mampu mengajar dengan baik. Selain itu beberapa kali mengisi ST-30 yang dibuat Abah Rama, hasilnya tak jauh dari kompetensi kemampuan mengajar yang baik. Rasanya belum cukup menguatkan hati saya untuk memilih jalan ini.

          Walau masih mencari peran hidup saya saat ini. Saya coba menuliskan sementara apa yang ada dalam pikiran.

          Misi Hidup :  Mengembangkan Ilmu Psikologi Perkembangan Islam
          Bidang  : Psikologi Perkembangan Anak
          Peran  : Educator - Researcher
         
       Untuk menjadi target 10.000 jam terbang di bidang tersebut, tanpa mengesampingkan peran utama saya sebagai ibu dan istri, maka tahapan ilmu yang perlu saya kuasai di antaranya, Memahami Ilmu Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Sholihah,  Memahami konsep mengenai Fitrah Based Education Memahami konsep mengenai Developmental Psychology di antaranya Developmental Milestone, Cognitive Stages, Psychosocial Stages, Psychosexual Stages, Moral Stages, Memahami dan mengaplikasikan Konsep Pendidikan Anak Usia Dini, Membuat karya tulis ilmiah yang meng-asimilasi-kan ajaran Islam dengan Ilmu Psikologi kontemporer.

      Agar lebih mantap menjalankan misi hidup saya (23 y.o ), maka saya perlu mendedikasikan waktu saya selama 8 jam untuk mencari ilmu, mempraktikan, dan menuliskannya. Berikut Milestone yang saya tetapkan adalah sebagai berikut :

         KM 0 – 1 ( tahun 1 ) : Menguasai ilmu di bidang Bunda Sayang dan Bunda Cekatan
         KM 1 – 2 ( tahun 2 ) : Mengusai Ilmu di Bidang Bunda Produktif dan Bunda Sholeihah
         KM 2 – 3 ( tahun 3 ) : Menguasai Ilmu tentang Fitrah Based Education
         KM 3 – 4 ( tahun 4 )  : Menguasai Ilmu tentang Developmental Psychology
         KM 4 – 5 ( tahun 5 ) : Menguasai ilmu tentang Pendidikan Anak Usia Dini
       KM 5 – 6 ( tahun 6 ) : Menghasilkan karya tulis ilmiah berupa jurnal (minimal) nasional yang meng-asimilisai-kan ajaran Islam dengan Psikologi Kontemporer

      Untuk mencapai misi hidup saya ini, maka saya perlu banyak mengoreksi checklist indikator yang sudah dibuat sebelumnya di NHW 2 dengan menyelaraskannya dengan milestone  yang telah dirancang.



       Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah..


Sarijadi, 13 November 2015
pukul 16.00
ditemani rintik hujan sepanjang hari

Sabtu, 22 Oktober 2016

MATRIKULASI 1 INSTITUT IBU PROFESIONAL


Menjadi ibu merupakan konsekuensi besar bagi seorang perempuan yang memutuskan untuk menikah dan memiliki keturunan. Hal tersebut selayaknya perlu diimbangi dengan ilmu agar segala bentuk aktivitas yang saya lakukan mampu dipertanggungjawabkan dan bernilai keberkahan. Sebab apa lagi yang dicari seorang penuntut ilmu dan amal jika bukan keridhoan Tuhannya.

Motivasi yang tinggi menjadi ibu untuk para calon khalifah membuat saya mantap mengikuti perkuliahan matrikulasi Institut Ibu Profesional. Materi matrikulasi pertama yakni tentang ADAB MENUNTUT ILMU. Kajian tersebut memberikan insight baru bagi saya bahwa ADAB adalah yang pertama dan utama. Tak ayal, para ulama dan sholihin terdahulu menghabiskan puluhan tahun hanya untuk belajar tentang adab. Matrikulasi pertama yang diberikan  tak hanya adab pada guru, tetapi juga pada diri sendiri. Sungguh PR yang tidak sedikit untuk mampu mengaplikasikan adab-adab tersebut. Apalah arti sebuah ilmu jika pada akhirnya tidak berbuah amal dan tidak diikat dengan tulisan dibarengi NICE HOMEWORK #1 (NHW).
***
            NHW pertama yang diberikan berkenaan tentang satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan berikut adab-adab yang akan dilakukan untuk mencapai ilmu tersebut. Tugas yang cukup menantang bagi saya untuk mencarinya karena butuh beberapa hari merenungi, mencatat, observasi diri, berdiskusi dengan orang terdekat, istikharah untuk memutuskan ilmu yang akan jadi jalan bagi saya berkontribusi demi kemajuan masyarakat.

            Saya teringat tentang para cendekiawan muslim di zaman keemasan islam yang mampu mencetak generasi ulama yang ilmuwan. Tak hanya mendalami ilmu agama (syariah) yang wajib diilmui sepanjang hayat dan mampu mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah dengan benar tetapi juga para cendekiawan muslim terdahulu fokus mempelajari satu bidang ilmu kehidupan lainnya. Dengan merenungi kisah bersejarah umat muslim kala itu, membuat saya termotivasi untuk mencetak generasi-generasi peradaban yang kuat dibidang ilmu syariah maupun science sehingga dimampukan melanjutkan estafet dakwah mereka.

            Guru saya sering menasihati untuk hidup dengan penuh kebermanfaatan dan potensi yang sudah Allah install dalam diri masing-masing. Sampai saat ini-pun saya masih merenungi dan observasi diri untuk menemukan potensi tersebut. Ah iya, saya perlu membedakan antara potensi dan ilmu yang akan ditekuni. Jadi, untuk potensi mungkin akan dibahas di waktu lainnya.

Kembali ke pencarian satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan ini. Setelah menimbang dengan setengah matang, walau rasanya belum totalitas mantap, saya memutuskan menekuni bidang ilmu tentang Psikologi Perkembangan dalam perspektif Islam. Awalnya dilatarbelakangi oleh banyak literatur dan hasil penelitian yang saya baca, semasa kuliah di ilmu keperawatan jiwa dan anak, didominasi oleh teori-teori Barat yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan islam. Salah satu fenomenanya saat saya menjalani proses menyelesaikan tugas akhir dengan tema pendidikan seks, tidak mudah bagi saya menemukan teori yang pas dengan perspektif islam. Kebanyakan teori yang saya dapat berasal dari teori psikoseksual barat yang tidak sesuai dengan budaya timur.  Di lain sisi, literatur yang berasal dari perspektif islam masih bisa dihitung jari terutama terkait hasil-hasil penelitian. Harapannya dengan menekuni bidang ilmu psikologi islam, banyak kontribusi penelitian yang bisa saya berikan untuk masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Setelah mengetahui ilmu yang ingin saya tekuni, maka saya perlu membiasakan adab yang baik sesuai materi yang telah diajarkan di awal sesi matrikulasi. Sebelum mengetahui adab menuntut ilmu, beberapa kali saya menyebarkan materi tanpa meminta izin terlebih dahulu pada sang guru atau panitia oleh karena itu saya harus lebih berhati-hati menyebarkannya dan tak lupa meminta izin. Selain itu saya harus mengubah sikap yang dulu jika sudah pernah mendengar materi yang disampaikan kemudian menjadi tidak fokus sampai selesai. Semoga dimampukan untuk mengamalkan seluruh adab menuntut ilmu dengan benar sehingga keberkahan ilmu mengalir ditiap ikhtiarnya.

#Ditulis untuk memenuhi tugas Matrikulasi Institut Ibu Profesional
#NHW_1