Menjadi
ibu merupakan konsekuensi besar bagi seorang perempuan yang memutuskan untuk
menikah dan memiliki keturunan. Hal tersebut selayaknya perlu diimbangi dengan
ilmu agar segala bentuk aktivitas yang saya lakukan mampu dipertanggungjawabkan
dan bernilai keberkahan. Sebab apa lagi yang dicari seorang penuntut ilmu dan
amal jika bukan keridhoan Tuhannya.
Motivasi
yang tinggi menjadi ibu untuk para calon khalifah membuat saya mantap mengikuti
perkuliahan matrikulasi Institut Ibu Profesional. Materi matrikulasi pertama
yakni tentang ADAB MENUNTUT ILMU. Kajian tersebut memberikan insight baru bagi saya bahwa ADAB adalah
yang pertama dan utama. Tak ayal, para ulama dan sholihin terdahulu
menghabiskan puluhan tahun hanya untuk belajar tentang adab. Matrikulasi
pertama yang diberikan tak hanya adab
pada guru, tetapi juga pada diri sendiri. Sungguh PR yang tidak sedikit untuk mampu
mengaplikasikan adab-adab tersebut. Apalah arti sebuah ilmu jika pada akhirnya
tidak berbuah amal dan tidak diikat dengan tulisan dibarengi NICE HOMEWORK #1 (NHW).
***
NHW pertama yang diberikan berkenaan
tentang satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan berikut
adab-adab yang akan dilakukan untuk mencapai ilmu tersebut. Tugas yang cukup
menantang bagi saya untuk mencarinya karena butuh beberapa hari merenungi,
mencatat, observasi diri, berdiskusi dengan orang terdekat, istikharah untuk
memutuskan ilmu yang akan jadi jalan bagi saya berkontribusi demi kemajuan
masyarakat.
Saya teringat tentang para cendekiawan
muslim di zaman keemasan islam yang mampu mencetak generasi ulama yang ilmuwan.
Tak hanya mendalami ilmu agama (syariah) yang wajib diilmui sepanjang hayat dan
mampu mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah dengan benar
tetapi juga para cendekiawan muslim terdahulu fokus mempelajari satu bidang
ilmu kehidupan lainnya. Dengan merenungi kisah bersejarah umat muslim kala itu,
membuat saya termotivasi untuk mencetak generasi-generasi peradaban yang kuat
dibidang ilmu syariah maupun science
sehingga dimampukan melanjutkan estafet dakwah mereka.
Guru saya sering menasihati untuk
hidup dengan penuh kebermanfaatan dan potensi yang sudah Allah install dalam diri masing-masing. Sampai
saat ini-pun saya masih merenungi dan observasi diri untuk menemukan potensi
tersebut. Ah iya, saya perlu membedakan antara potensi dan ilmu yang akan
ditekuni. Jadi, untuk potensi mungkin akan dibahas di waktu lainnya.
Kembali
ke pencarian satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan ini.
Setelah menimbang dengan setengah matang, walau rasanya belum totalitas mantap,
saya memutuskan menekuni bidang ilmu tentang Psikologi Perkembangan dalam
perspektif Islam. Awalnya dilatarbelakangi oleh banyak literatur dan hasil
penelitian yang saya baca, semasa kuliah di ilmu keperawatan jiwa dan anak,
didominasi oleh teori-teori Barat yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang
diajarkan islam. Salah satu fenomenanya saat saya menjalani proses
menyelesaikan tugas akhir dengan tema pendidikan seks, tidak mudah bagi saya
menemukan teori yang pas dengan perspektif islam. Kebanyakan teori yang saya
dapat berasal dari teori psikoseksual barat yang tidak sesuai dengan budaya
timur. Di lain sisi, literatur yang
berasal dari perspektif islam masih bisa dihitung jari terutama terkait
hasil-hasil penelitian. Harapannya dengan menekuni bidang ilmu psikologi islam,
banyak kontribusi penelitian yang bisa saya berikan untuk masyarakat baik
jangka pendek maupun jangka panjang.
Setelah
mengetahui ilmu yang ingin saya tekuni, maka saya perlu membiasakan adab yang
baik sesuai materi yang telah diajarkan di awal sesi matrikulasi. Sebelum mengetahui
adab menuntut ilmu, beberapa kali saya menyebarkan materi tanpa meminta izin
terlebih dahulu pada sang guru atau panitia oleh karena itu saya harus lebih
berhati-hati menyebarkannya dan tak lupa meminta izin. Selain itu saya harus
mengubah sikap yang dulu jika sudah pernah mendengar materi yang disampaikan
kemudian menjadi tidak fokus sampai selesai. Semoga dimampukan untuk
mengamalkan seluruh adab menuntut ilmu dengan benar sehingga keberkahan ilmu
mengalir ditiap ikhtiarnya.
#Ditulis
untuk memenuhi tugas Matrikulasi
Institut Ibu Profesional
#NHW_1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar