Sabtu, 22 Oktober 2016

MATRIKULASI 1 INSTITUT IBU PROFESIONAL


Menjadi ibu merupakan konsekuensi besar bagi seorang perempuan yang memutuskan untuk menikah dan memiliki keturunan. Hal tersebut selayaknya perlu diimbangi dengan ilmu agar segala bentuk aktivitas yang saya lakukan mampu dipertanggungjawabkan dan bernilai keberkahan. Sebab apa lagi yang dicari seorang penuntut ilmu dan amal jika bukan keridhoan Tuhannya.

Motivasi yang tinggi menjadi ibu untuk para calon khalifah membuat saya mantap mengikuti perkuliahan matrikulasi Institut Ibu Profesional. Materi matrikulasi pertama yakni tentang ADAB MENUNTUT ILMU. Kajian tersebut memberikan insight baru bagi saya bahwa ADAB adalah yang pertama dan utama. Tak ayal, para ulama dan sholihin terdahulu menghabiskan puluhan tahun hanya untuk belajar tentang adab. Matrikulasi pertama yang diberikan  tak hanya adab pada guru, tetapi juga pada diri sendiri. Sungguh PR yang tidak sedikit untuk mampu mengaplikasikan adab-adab tersebut. Apalah arti sebuah ilmu jika pada akhirnya tidak berbuah amal dan tidak diikat dengan tulisan dibarengi NICE HOMEWORK #1 (NHW).
***
            NHW pertama yang diberikan berkenaan tentang satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan berikut adab-adab yang akan dilakukan untuk mencapai ilmu tersebut. Tugas yang cukup menantang bagi saya untuk mencarinya karena butuh beberapa hari merenungi, mencatat, observasi diri, berdiskusi dengan orang terdekat, istikharah untuk memutuskan ilmu yang akan jadi jalan bagi saya berkontribusi demi kemajuan masyarakat.

            Saya teringat tentang para cendekiawan muslim di zaman keemasan islam yang mampu mencetak generasi ulama yang ilmuwan. Tak hanya mendalami ilmu agama (syariah) yang wajib diilmui sepanjang hayat dan mampu mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah dengan benar tetapi juga para cendekiawan muslim terdahulu fokus mempelajari satu bidang ilmu kehidupan lainnya. Dengan merenungi kisah bersejarah umat muslim kala itu, membuat saya termotivasi untuk mencetak generasi-generasi peradaban yang kuat dibidang ilmu syariah maupun science sehingga dimampukan melanjutkan estafet dakwah mereka.

            Guru saya sering menasihati untuk hidup dengan penuh kebermanfaatan dan potensi yang sudah Allah install dalam diri masing-masing. Sampai saat ini-pun saya masih merenungi dan observasi diri untuk menemukan potensi tersebut. Ah iya, saya perlu membedakan antara potensi dan ilmu yang akan ditekuni. Jadi, untuk potensi mungkin akan dibahas di waktu lainnya.

Kembali ke pencarian satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan ini. Setelah menimbang dengan setengah matang, walau rasanya belum totalitas mantap, saya memutuskan menekuni bidang ilmu tentang Psikologi Perkembangan dalam perspektif Islam. Awalnya dilatarbelakangi oleh banyak literatur dan hasil penelitian yang saya baca, semasa kuliah di ilmu keperawatan jiwa dan anak, didominasi oleh teori-teori Barat yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan islam. Salah satu fenomenanya saat saya menjalani proses menyelesaikan tugas akhir dengan tema pendidikan seks, tidak mudah bagi saya menemukan teori yang pas dengan perspektif islam. Kebanyakan teori yang saya dapat berasal dari teori psikoseksual barat yang tidak sesuai dengan budaya timur.  Di lain sisi, literatur yang berasal dari perspektif islam masih bisa dihitung jari terutama terkait hasil-hasil penelitian. Harapannya dengan menekuni bidang ilmu psikologi islam, banyak kontribusi penelitian yang bisa saya berikan untuk masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Setelah mengetahui ilmu yang ingin saya tekuni, maka saya perlu membiasakan adab yang baik sesuai materi yang telah diajarkan di awal sesi matrikulasi. Sebelum mengetahui adab menuntut ilmu, beberapa kali saya menyebarkan materi tanpa meminta izin terlebih dahulu pada sang guru atau panitia oleh karena itu saya harus lebih berhati-hati menyebarkannya dan tak lupa meminta izin. Selain itu saya harus mengubah sikap yang dulu jika sudah pernah mendengar materi yang disampaikan kemudian menjadi tidak fokus sampai selesai. Semoga dimampukan untuk mengamalkan seluruh adab menuntut ilmu dengan benar sehingga keberkahan ilmu mengalir ditiap ikhtiarnya.

#Ditulis untuk memenuhi tugas Matrikulasi Institut Ibu Profesional
#NHW_1